Tags

, , , , ,

Saya yakin pertanyaan retoris diatas selalu muncul dibenak setiap wanita yang merasa dirinya berkulit hitam. Mempunyai wajah cantik dan berkulit putih bersih memang menjadi harapan setiap wanita, dan mempunyai wanita yang cantik dan berkulit putih pun merupakan impian setiap pria. Lalu bagaimana nasib para wanita yang berkulit gelap? Mereka harus menerima ketidakadilan pada fakta bahwa para pria lebih tertarik pada wanita yang berkulit putih dari pada yang berkulit hitam seperti yang diiklankan melalui media. Karena alasan tersebut para wanita berlomba-lomba menggunakan produk kecantikan yang ada embel-embel whitening atau semacamnya dengan harapan dapat merubah sedikit warna gelap menjadi lebih cerah (termasuk saya ;p).fahrani yg hitam tapi exotis..
Bahkan ada teman saya yang kulit tubuh dan wajahnya paling putih diantara teman-teman kami, masih saja membeli produk perawatan yang berjanji akan memutihkan kulit dalam jangka waktu tertentu. “Biar lebih putih..” katanya. Saya juga menemui rekan saya yang tiba-tiba mempunyai kulit wajah sangat putih selama kurang dari tiga minggu, sangat kontras dengan warna kulit bagian tubuh lainnya.
Dan suatu sore (kemarin, red) saya menonton Reportasi Investigasi edisi Sabtu, 23 Mei 2009 yang membahas mengenai penggunaan kosmetik pemutih illegal yang ada di pasaran. Sangat miris menonton tayangan tersebut. Beberapa wanita yang menggunakan cream, pil, serta serum vitamin C untuk memutihkan kulit mereka, alih-alih menjadi putih dan bercahaya seperti yang dijanjikan, justru membawa bencana bagi mereka. Beberapa dari mereka mengalami kegagalan diantaranya wajah yang bopeng, bengkak, tumbuh jerawat merah dan nanah, serta bercak-bercak hitam di wajah mereka.
Hal tersebut dikarenakan penggunaan kosmetik illegal serta digunakan secara berlebihan. Namun dalam tayangan tersebut diberitakan bahwa hal diatas dilakukan oleh anjuran dokter, dokter palsu tepatnya.
Ia mengaku mengetahui cara membuat/mencampur cream dari buku yang ia baca dan sedikit pengetahuan kimia yang ia miliki. Bahan dari cream pemutih tersebut diantaranya metanol, KoH (soda api) yang digunakan oleh para montir, esence pewangi, pewarna textil, dan beberapa bahan dasar untuk pembuatan detergen.
Dokter palsu tersebut melakukan praktek illegal dan menjual cream oplosannya dengan harga yang mahal layaknya dokter spesialis kulit sesungguhnya. Selain memberikan cream ia juga memberikan jasa penyuntikan vitamin C yang berguna untuk mencerahkan kulit. Untuk sekali suntik ia memberikan harga Rp.2.500.000,- dengan modal Rp.500.000,-. “Biar mereka menghargai kecantikan. Bahwa cantik itu mahal”, serunya. Penyuntikan vitamin C tersebut juga ditambah cairan kolagen untuk menjaga awet muda, serta plasenta untuk kekenyalan tekstur wajah. Penyuntikan tersebut dilakukan pada pembuluh vena dengan dosis yang tidak biasa yaitu sebesar 1000 mg dan dilakukan 3x sehari selama sebulan, padahal normally kita maksimal mengkonsumsi vitamin C adalah 500 mg sehari. Dari pengkonsumsian yang berlebihan dari vitamin C dapat mengakibatkan diare bahkan kanker dan ginjal.
Praktek illegal dari dokter palsu tersebut tidak sampai disitu saja, namun masih ditambah pengkonsumsian obat liver yang diminum 2x sehari selama seumur hidup. Tujuannya adalah untuk mengikis melanin dan warna kulit. “If it looks so good, how can it hurt you?” adalah penggalan lirik yang dinyanyikan Madonna dalam single-nya Hollywood, sepertinya menyindir para wanita yang seakan siap melakukan apa pun demi mendapatkan fisik yang muda dan cantik. Namun siapa sangka konsumsi secara terus menerus dapat mengakibatkan kangker dan penyakit berbahaya lainnya. Naudzubilahiminzalik..
Dari Reportase Investigasi tersebut juga menayangkan seorang ahli kulit yang memberikan komentar mengenai penggunaan obat pemutih illegal. Ia berkata “untuk dapat mengenali cream tersebut berbahaya atau tidak adalah sangat mudah. Semakin instan hasilnya, semakin berbahaya obat tersebut. Yang artinya terdapat kandungan merkuri didalamnya”. Maksud dari hasil yang instan disini adalah warna wajah menjadi putih pucat seperti mayat, yang artinya pigmen warna kulit menjadi mati.
For your information, untuk kulit gelap kandungan pigmennya lebih banyak sehingga dapat melindungi kulit dari sinar ultraviolet yang berbahaya. Dan apabila pigmen tersebut mati, sinar UV dapat masuk ke jaringan kulit yang lebih dalam sehingga dapat mengakibatkan kanker.
Setelah melihat tayangan tersebut sepertinya lebih ikhlas dan bersyukur adalah jalan yang terbaik. Untuk yang berkulit putih, bersyukurlah, kalian mempunyai nilai plus yang membuat penampilan kalian jadi lebih cerah. Sedangkan untuk yang berkulit hitam, bersyukurlah, lebih banyak pigmen yang melindungi kulit kalian (saya juga) dari sinar ultraviolet. Dengan begitu hidup kita pasti akan lebih aman dan terhindar dari hal-hal menakutkan diatas.

Advertisements